VKTR Bidik Dana Rp3 Triliun lewat Rights Issue untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Komersial
liontranslates.com – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten yang bergerak di bidang kendaraan listrik komersial, tengah menyiapkan aksi korporasi besar. Perseroan berencana menghimpun dana hingga Rp3 triliun melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Dana tersebut akan difokuskan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.
Detail Rights Issue
VKTR menawarkan sebanyak-banyaknya 15 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp200 per saham, sehingga total dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp3 triliun sebelum dikurangi biaya-biaya terkait.
Rasio HMETD ditetapkan 35:12, artinya setiap pemegang 35 saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 8 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB berhak memperoleh 12 HMETD. HMETD dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa selama periode 12–16 Oktober dan 19–23 Oktober 2026. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah 23 Oktober 2026.
Apabila pemegang saham tidak melaksanakan haknya, kepemilikan mereka berpotensi terdilusi hingga 25,53%.
Struktur Penyerapan Saham
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai pemegang saham pengendali memutuskan tidak melaksanakan seluruh HMETD-nya dan mengalihkan sebagian hak kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI akan melaksanakan HMETD yang dialihkan tersebut.
Selain itu, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil pemegang saham lain, dengan total komitmen hingga sekitar Rp2,27 triliun.
Penggunaan Dana
Sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik:
- Sekitar 66,86% dana bersih disetorkan sebagai modal ke anak usaha PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI). Dana ini mendukung pembelian kendaraan listrik dari VKTR pada 2026–2027, terutama dalam model e-Mobility as a Service (e-MaaS).
- Sisanya digunakan sebagai modal kerja VKTR, termasuk pengadaan persediaan bus listrik, truk listrik, transporter listrik, dan forklift listrik.
Tujuan Strategis
Menurut manajemen VKTR, aksi korporasi ini merupakan langkah untuk memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis kendaraan listrik komersial. Perseroan melihat peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan elektrifikasi di berbagai sektor, khususnya transportasi publik dan logistik.
Dengan tambahan modal, VKTR berharap dapat memperbesar kapasitas penyediaan kendaraan sekaligus solusi yang mempercepat adopsi kendaraan listrik oleh operator dan pelaku usaha.
Rights issue VKTR senilai hingga Rp3 triliun menjadi salah satu aksi korporasi penting di sektor kendaraan listrik Indonesia. Melalui penguatan permodalan ini, perseroan ingin mempercepat pengembangan ekosistem EV komersial, mulai dari pengadaan armada hingga model bisnis berbasis layanan.



Post Comment